Friday, April 23, 2010

faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI

A. Isu-Isu Pendidikan Agama Islam
Dalam Bab ini dibahas bagaimana pembelajaran PAI dapat dilakukan secara menyeluruh, terpadu dan “tepat guna” hal ini akan sangat dimungkinkan apabila pembelajaran PAI dilakukan dengan melibatkan berbagai macam potensi masyarakat dalam pendidikan agama sebagai jalan hidup (weltsanchaung).
Upaya peningkatan mutu pendidikan subah banyak dilakukan pemerintah. Beberapa aspek yang menjadi sasaran dalam upaya tersebut diantaranya :
1. Peningkatan kemampuan Guru dalam hal peningkatan mutu Pendidikan Belajar Mengajar (PBM)
2. Peningkatan kemampuan Kepala Sekolah sehubungan dengan pengelolaan dan manajemen sekolah
3. Kemampuan supervisor/pengawas/penilik, sehubungan dengan proses pengawasan dan penilaian pelaksanaan pendidikan
4. Pembentukan Komite Sekolah/Majelis Madrasah sebagai upaya mengikut sertakan masyarakat dalam meningkatkan upaya pelayanan sesuai kondisi masyarakat
5. Penyetaraan Pondok Pesantren/KMI/TMI dengan Sekolah Menengah Umum sesuai dengan tingkatannya, dengan tujuan untuk memperluas cakupan bidang pendidikan dalam menyentuh sector pendidikan pondok pesantren, TMI / KMI
6. Perumusan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, UU Guru dan Dosen, UU Penyelenggaraan Sistem Pendidikan, dsb yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan ke arah yang berkualitas
7. Inovasi Kurikulum, pengembangan kurikulum dalam berbagai bentuk yang diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan di lingkungan pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat, dll.
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK 2004-2006) yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa, termasuk bagaimana melakukan penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Kompetensi dalam hal ini adalah suatu pengetahuan tentang sesuatu yang diharapkan dapat dimiliki, disikapi dan dilakuakn siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah, termasuk pula menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi Kompeten.

faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI
I.PENDAHULUAN
Pembelajaran merupakan proses untuk meramu sarana dan prasarana pendidikan untuk mencapai kualitas yang diharapkan. Kualitas lulusan pendidikan sangat ditentukan oleh seberapa jauh guru itu mampu mengelola dan mengolah segla komponen penddikan melalui proses pembelajaran. Meskipun sarananya lengkap tetapi jika guru tidak mampu mengolah sarana melaluli proses pembelajaran, maka kualitas pendidikan akan terasa hambar. Ibrat makanan guru adalah juru masak, yang senantiasa memiliki kemampuan mermu bumbu sehingga makanan terasa lezat.
Pembelajaran juga memiliki pengaruh yang menyebabkan kualitas pendidikan menjadi baik atau rendah mutunya. Artinya pembelajaran sangat tergantung dari kemempuan seorang pengajar atau guru dalam melaksanakan atau mengemas proses pembelajaran sehingga menghasilkan sesuai dengan apa yang di inginkan pada tujuan pendidikan.
Begitu juga dalam pembelajaran PAI, metode dan tekhnik yang digunakan seorang pengajar PAI harus tepat sehingga pembelajaran PAI dapat berhasil dan menghasilkan out put yang berkompeten dalam bidang PAI. Keberhasilan tersebut tentunya ada beberapa factor yang memepengaruhi dalam pembelajaran PAI, yang akan kami bahas dalam makalah ini.
II.RUMUSAN MASALAH
1.Apa pengertian pembelajaran ?
2.Faktor-faktor apa yang memepengaruhi pembelajaran PAI ?
III.PEMBAHASAN
A.Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran berasal dari kata “belajar” yang berarti adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan yang dimaksud adalah pada ranah Kognitif, Afektif, dan aPsikomotorik. Jadi denga demikian pembelajaran adalah proses yang dirancang untuk mengubah diri seseorang, baik dari ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik.1
Dan juga pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain intruksional, untuk membuat belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.2
Menurut Piaget dalam teori perkembangan, pembelajaran adalah proses belajar itu didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan siswa, maka akan mengakibatkan kompleknya susunan sel X syarat dan juga semakin meningkatkan kemampuannya khususnya dalam bidang kualitas intelektual.3
Menurut Bruner pembelajaran adalah proses untuk membangun kemampuan mengembangkan potensi kognitif yang ada dalam dirisiswa. P embelajaran yang lebih mengedepankan kebebasan merupakan salah satukunci keberhasilan pembelajaran sosial4
B.Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI
Ada tiga factor yang mempengaruhi pembelajaran PAI yang akan kami bahas dalam makalah ini. Di mana ketiga factor tersebut saling terkait satu dengan yang lainnya sehingga kehilangan salah satu dari factor ini bisa menyebabkan tidak tercapainya pembelajaran PAI yang berhasil. Ketiga factor tersebut antara lain :
1.Kondisi pembelajaran PAI
Kondisi pembelajaran PAI dapat di klasifikasikan menjadi :
a.Tujuan pembelajaran PAI
Di tinjau dari aspek tujuan PAI yang akan dicapai adalah mengantarkan peserta didik mampu memilih Al-Qur’an sebagai pedoman hidup ( kognitif ), mampu menghargai Al-Qur’an sebagai pilihannya yang paling benar ( afektif ), serta mampu bertindak dan mengamalkan pilihannya ( Al-Qur’ansebagai pedoman hidup ) dalamkehidupan sehari-hari ( psikomotorik ).
Tujuan pembelajaran ini bisa bersifat umum, umum-khusus dan khusus. Tujuan PAI yang bersifat umum tercermin dalam GBPP mata pelajaran PAI, yaitu : “meningkatkan keimanan, penghayatan, dan pengamalan siswa terhadap agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah serta beragkhlak mulia dalamkehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi” ( GBPP 1994 ). Tujuan dalam kontinum umum-khusus misalnya siswa memiliki kesadaran dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta terbiasa menampilkan perilaku agamis dalam kehidupansehari-hari. Sedangkan tujuan yang lebih khusus misalnya ;
Pesrta didik dapat memilih lingkungan yang bersih, sehat, indah dan agamis
Peserta didik dapat menghargai lingkungan yang sehat, indah, agamis dan
Peserta didik dapat berperilaku menjaga lingkungan yang sehat, indah, dan agamis dalam kehidupan sehari-hari.5
b.Karakteristik bidang study PAI
Aspek-aspek suatu bidang study yang terbangun dalam struktur isi dan konstruk/ tipe isi bidang study PAI berupa fakta, hukum/ dalil, konsep, prinsip/ kaidah, prosedur dankeimanan yang menyajikan kebenaran Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia.
c.Kendala pembelajaran
Namanya kendala tentunya pasti ada misalnya ; keterbatasan sumber belajar yang ada, keterbatasan alokasi waktu dan keterbatasan dana yang tersedia.
d.Karakteristik peserta didik
Adalah kualitas perseorangan peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda seperti, bakat gaya belajar, perkembangan moral, perkembangan kognitif, social budaya, dan sebagainya.
2.Metode pebelajaran PAI
Metode pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi : (1) staregi pengorganisasian, (2) strategi penyampaian, (3) strategi pengelolaan pembelajaran.
Strategi pengorganisasian adalah suatu metode untuk mengorganisasi isi bidang study PAI yang pilih untuk pembelajaran. Pengorganisasian isi bidang study mengacu pada kegiatan pemilihan isi, penataan isi, pembuatan diagram, skema dan sebagainya.
Strategi penyampaian pembelajaran PAI adalah metode-metode penyampaian pembelajaran PAI yang dikembangkan untukmembuat siswa dapat merespon dan meneriama pelajaran PAI dengan mudah, cepat, dan menyenangkan. Strategi penyampaian ini berfungsi sebagai penyampai isi pembelajaran kepada peserta didik dan menyediakan informasi yang diperlukan peserta didik untuk menampilkan unjuk kerja ( hasil kerja ).
Ada tiga komponen dalam strategi penyampaian ini, yaitu (1) media pembelajaran (2) interaksi media pembelajaran dengan peserta didik (3) pola atau bentuk belajar mengajar.
Pemilihan media pembelajaran PAI sekurang-kurangnya dapat mempertimbangkan beberapa hal yakni : kecermatan representative, tingkat interaktif yang mampu ditimbulkan, tingkat kemempuan khusus yang dimilikinya. Tingkat motivasi yang mampu ditimbulkannya dan tingkat biaya yang diperlukannya.
Interaksi peserta didik dengan media berarti bagaimana peran media pembelajaran dalam meragsang kegiatan belajar peserta didik. Setiap media pembelajaran PAI yang direncanakan hendaknya dipilih, ditetapkan dan dikembangkan sehingga dapat meimbulkan interaksi peserta didik dengan pesan-pesan yang di bawa media pembelajaran.
Strategi pengelolaan pemebelajaran adalah metode untuk menata interaksi antara peserta didik dengan komponen-komponen metode pembelajaran lain, seperti pengorganisasian dan penyampaian isi pembelajaran.6 Strategi pembelajaran dapat ditinjau dari segi ilmu, seni dan atau keterampilan yang digunakan pendidikan dalam upaya membantu ( memotivasi, membimbing, membelajarkan, memfasilisasi ) peserta didik sehingga mereka
3.Hasil pembelajaran PAI
Dalam hasil pembelajaran PAI adalah mencakup semua akibat yang dapat dijadikan indicator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran PAI dibawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Hasil pembelajaran PAI dapat berupa hasil nyata ( actual out-come )dan hasil yang di inginkan ( desired out-come ). Actual out-come adalah hasil belajar PAI yang dicapai peserta didik secara nyata karena digunakannya suatu metode pembelajaran PAI tertentu yang dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada. Sedangkan desired out-come merupakan tujuan yang igngi dicapai yang biasanya sering memepengaruhi keputusa perancang pembelajaran PAI dalam melakukan pilihan suatu metode pembelajaran yang paling baik untuk digunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada.
Sedangkan indicator keberhasilan pembelajaran PAI dapat di klasifikasikan menjadi tiga yaitu :
a). Keefektifan
Pembelajaran dikatakan efektif jika pembelajaran tersebut mampu memberikan atau menambah informasi atau pengetahuan baru bagi siswa7
Adapun keefektifan pembelajaran dapat diukur dengan criteria :
1.Kecermatan penguasaan kemampuan atau perilaku yang dipelajari
2.Kecepatan unjuk kerja sebagai bentuk hasil belajar
3.Kesesuaian dengan prosedur kegiatan belajar yang harus ditempuh
4.Kuantitas unjuk kerja sebagai bentuk hasil belajar
5.Kualitas hasil akhir yang dapat dicapai
6.Tingkat alih belajar
7.Tingkat retensi belajar
b). Efisiensi
Pembelajaran yang efisien adalah pembelajaran yang menyenangkan, menggairahkan dan mampu memberikan motivasi bagi siswa dalam belajar8
c). Daya Tarik
Daya tarik yang dimaksud dalam hal ini adalah pembelajaran itu diukur dengan mengamati kecendurungan peserta didik untuk berkeinginan terus belajar.
IV.KESIMPULAN
Dalam proses pembelajaran seorang guru sebagai pengajar harus pandai-pandai dalam mengambil langkah agar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik dan tercapai tujuan pendidikan. Dan juga di pengaruhi beberapa factor yakni ; (1) kondisi pembelajaran agama, (2) metode pembelajaran pendidikan agama dan, (3) hasil pembelajaran pendidikan agama. Ketiga factor terikat satu dengan yang lainnya.
V.PENUTUP
Demikian makalah yang kami buat semoga bermanfaat bagi kita semua, saran kritik yang konstruktif sangat kami perlukan karena kami juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, akhirnya kami ucapakan banyak terima kasih.
REFERENSI
Dimyanti dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Rienerka Cipta, 1999
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, PT Remaja Rosdakarya, Bandung 2008
Prof.H.Sudjana, S.Pd, M.M, Strategi Pembelajaran, Falah Production, Bandung 2000,hl 154
Saekhan Muchith, Pembelajaran Kontekstual, RASAIL, 2008
Suwardi, Manajemen Pembelajaran, STAIN Salatiga PRESS, 2007

No comments:

Post a Comment